WELCOME

Sabtu, 24 Maret 2012

KASIH SAYANG IBU

hmm,pernah saya berfikir sama diri sendiri tentang apa sih kasih sayang itu?tapi ternyata sejak saya menuju masa kecil menjadi dewasa saya merasakan ternyata kasih sayang itu tidak bisa di ungkapkan dari segi kata saya yah, tapi dalam kehidupan sehari - hari juga ternyata ada kasih sayang yaitu ibu saya sendiri yang menjelaskan dengan keseharian bukan dengan kata - kata.

dulu pas saya belum di lahirkan ke dunia ini saya masih di dalam kandungan ibu. dia yang menjaga saya dalam kandungan agar saya lahir dengan sehat seperti yang seharusnya di lakukan. Dan sampai saya lahir ke dunia ini ketika itu ibu sangat berjuang sekali untuk mengeluarkan saya pas lahir ibu saya jadi nangis bahagia karena berhasil. Waktu saya bayi ibu selalu menggendong dengan penuh rasa kasih sayang banget. kenapa yah pas saya sudah bisa mengerti segala keadaan malah saya suka marah - marah sama ibu terus kalau ibu menyuruh saya malah nga mau. Di situlah salah saya mungkin juga kalau kalian sama seperti itu kita yang salah bukanlah ibu kita.

Maka dari itulah saya berusaha untuk tidak marah - marah lagi,selalu turut sama ibu karena ibu memberi kasih sayang kepada kita itu benar - benar dalam lubuk hati paling dalam bukan hanya sekedar kasih sayang biasa saja. Sampai sekarang juga saya selalu turuti keinginan dia dalam hal kecil maupun hal besar yang bersangkutan dalam perilaku saya itu. Karena bagi saya ibu adalah makhluk sempurna.

Kamis, 15 Maret 2012

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

Sastra adalah kata serapan yang berati mengandung intruksi atau pedoman. Di dalam ilmu budaya dasar ini juga terdapat sastra yang sangat luas yang menjadikan budaya tersebut punya makna tersendiri dalam berbagai hal.

Banyak budaya yang memakai kata dari sastra tersebut misalnya itu sangsekerta yang mempunyai makna dalam kata - kata itu, lalu di dalam konsepsi ilmu budaya dasar tersebut ada prosa yang berarti suatu tulisan yang mempunyai puisi - puisi tersendiri, prosa ini mendeskripsikan tentang fakta atau ide.

Jadi,Konsepsi ilmu budaya dasar tersebut adalah penggabungan dari sastra dan prosa yang menjadikan banyak arti ataupun ide di dalam budaya tersebut.

Kamis, 08 Maret 2012

Manusia dan Kebudayaan

Manusia adalah makhluk Tuhan yang diciptakan berbeda dari makhluk lainnya dan mempunyai banyak kelebihan dari makhluk lainnya. Kebudayaan adalah sesuatu yang mempengaruhi akal dan budi manusia itu sendiri.
Manusia dan Kebudayaan itu sangatlah saling berkaitan dimana manusia mempunyai pengetahuan oleh budaya itu sendiri dan perilaku - perilaku yang terdapat dalam budaya tersebut, yang menjadikan manusia mempunyai akal dan pemikiran dalam segala apapun.
Kalau di jaman dahulu manusia dan budaya itu sangatlah sering di pergunakan dalam sehari - hari atau pun dalam acara yang sangat penting. Tetapi dalam jaman sekarang ini manusia dan kebudayaan tersebut banyak yang di tinggalkan dan penyebabnya adalah banyak yang melupakan kebudayaan dan akhirnya tidak tahu tentang budayanya sendiri. Seharusnya manusia di jaman sekarang ini membudidayakan lagi kebudayaan supaya tidak punah begitu saja.

Selasa, 10 Januari 2012

PRASANGKA, DISKRIMlNASI DAN ETNOSENTRISME

Kejamnya Keadilan "Sandal Jepit"....

Jauh sebelum kasus "sandal jepit" merebak, penyanyi kondang Iwan Fals sudah teriak-teriak soal sandal jepit dalam syair lagunya "Besar dan Kecil". Iwan menganalogikan rakyat kecil seperti jendal jepit yang selalu terjepit, diremehkan, lemah, selalu kalah. Seperti sandal jepit, begitulah kenyataan masyarakat kecil jika harus berurusan dengan hukum.

Tidak perlu menutup mata karena kenyataan itu ada di depan mata kita. Aparat negeri ini terkesan lebih suka menjepit rakyat kecil yang sudah biasa menjerit karena ketidakadilan di negeri ini. Mereka terkesan lebih senang membela pejabat dengan kekayaan berlipat, dibandingkan rakyat kecil yang biasa hidup melarat.
kasus pencurian sandal jepit yang menjadikan AAL (15) pelajar SMK 3, Palu, Sulawesi Tengah, sebagai pesakitan di hadapan meja hijau. Ia dituduh mencuri sandal jepit milik Briptu Ahmad Rusdi Harahap, anggota Brimob Polda Sulteng. Hanya gara-gara sandal jepit butut AAL terancam hukuman kurungan maksimal lima tahun penjara.

Proses hukum atas AAL pun tampak janggal. Ia didakwa mencuri sandal merek Eiger nomor 43. Namun, bukti yang diajukan adalah sandal merek Ando nomor 9,5. Selama persidangan tak ada satu saksi pun yang melihat langsung apakah sandal merek Ando itu memang diambil AAL di depan kamar Rusdi.

Di persidangan, Rusdi yakin sandal yang diajukan sebagai barang bukti itu adalah miliknya karena, katanya, ia memiliki kontak batin dengan sandal itu. Saat hakim meminta mencoba, tampak jelas sandal Ando itu kekecilan untuk kaki Rusdi yang besar.

AAL memang dibebaskan dari hukuman dan dikembalikan kepada orangtuanya. Namun, majelis hakim memutus AAL bersalah karena mencuri barang milik orang lain.

Di kutip dari : http://nasional.kompas.com/read/2012/01/06/09445281/Kejamnya.Keadilan.Sandal.Jepit.

Menurut Saya : Seharusnya ada hakim bersikap adil dalam kasus tersebut dan jangan mendiskriminasikan orang miskin karena mereka juga punya hak - hak yang harus mereka bela.

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN KEMISKINAN

2013, Produk SMK Diproduksi Massal

Pada tahun 2012 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelesaikan tahapan kelayakan teknis sehingga pada tahun berikutnya dapat menyiapkan karya para siswa ke tahapan terakhir, yaitu fabrikasi. Nuh menjelaskan, tiga pilihan akan digunakan oleh kementerian untuk mencapai tujuan itu.

Pilihan pertama adalah bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkaitan. Kedua, menyerahkan kepada investor swasta yang tertarik, dan terakhir adalah dengan kolaborasi antara pemodal privat dan BUMN.

"Saya optimistis karya anak-anak ini akan mampu menembus pasar domestik yang sangat besar. Indonesia penduduknya 220 juta jiwa, itu jumlah yang sangat besar," kata dia.

Meski demikian, ia mengingatkan, potensi para anak bangsa ini dapat terhambat jika ada intervensi atau campur tangan politik yang negatif seperti terjadi pada kasus pesawat produksi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN, sekarang PT Dirgantara Indonesia).

IPTN, yang memproduksi dan meluncurkan pesawat desain dalam negeri N-250 Gatotkaca pada tahun 1995, dituding sebagai BUMN yang hanya menghabiskan anggaran negara karena tidak mampu memasarkan produknya.

"Kasihan jika potensi anak-anak kita terhambat hanya karena intervensi politik negatif," kata Nuh.

Menurut Nuh, persoalan lain yang menjadi hambatan adalah standar kualitas guru. "Sebagian besar guru yang mengajar di SMK saat ini adalah lulusan perguruan tinggi fakultas pendidikan yang mendapat kursus tambahan. Padahal, idealnya, guru SMK adalah lulusan politeknik yang benar-benar mengerti keahlian teknis," kata dia.

Sebelumnya, produk SMK mendapatkan perhatian publik ketika Wali Kota Surakarta Joko Widodo membeli mobil Kiat Esemka untuk digunakan sebagai mobil dinas. Beberapa waktu yang lalu, Gubernur Jakarta Fauzi Bowo juga mengungkapkan bahwa pelajar SMK Jakarta juga sudah mampu merakit pesawat, Jabiru. Pesawat ini dirakit oleh para siswa SMKN 29 Jakarta.

Di Kutip dari : http://edukasi.kompas.com/read/2012/01/10/08480725/2013.Produk.SMK.Diproduksi.Massal

Dampak Postif
  • Membanggakan Negara dan memajukan perkembangan ekonomi di dunia internasional.
  • Akan menjadi pesaing dalam SMK-SMK lain yang memacu pada kesuksesan negara tersebut.
  • Menjadikan Indonesia tidak akan di pandang sebelah mata oleh negara maju lain di dunia.
  • Mengurangi kemiskinan di Negara tersebut.
Dampak Negatif
  • Kurangnya tempat yang sangat memadai dalam proses pembuatan tersebut
  • Kurangnya pengajar yang sangat profesional dalam bidang pembuatan tersebut

Senin, 19 Desember 2011

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN

Pengertian Masyarakat
Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Di kutip dari Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat

Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu :

1) Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2) Orang-orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain.
3) Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4) Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
5) Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan.
6) Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatka pentingnya factor waktu bagi warga kota.
7) Perubahan-perubahan social tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

Masyarakat Pedesaan

Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :

a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.

b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.

c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)

d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).

e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.

Di kutip dari Sumber : http://www.gudangmateri.com/2010/04/masyarakat-desa-dan-masyarakat-kota.html

Menurut Saya

Sudah, karena dalam kehidupan kita saling bekerjasama dalam bidang pangan,papan, dan sandang jadi dalam masyarakat kota dan pedesaan tersebut saling bekerjasama dalam segala hal misalkan dalam ekonomi mereka saling membantu dalam memproduksi apapun.

PELAPISAN SOSIAL DAN PERSAMAAN SEDERAJAT

tugas :

Apa yang anda ketahui tentang kecenderungan terjadinya pelapisan sosial yang timbul di dalam masyarakat ? Critakan dampak positif atau negatif yang timbul !Menurut anda, bagaimana menghindari kecenderungan timbulnya pelapisan masyarakat tersebut !


Jawab:

Terjadi dengan Sendirinya

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.

- Terjadinya dengan sengaja

Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:

1) Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.

2) Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas ( Vertikal ).

Di kutip dari sumber : http://keyrenz.wordpress.com/2009/11/22/pelapisan-sosial-masyarakat/

Dampak Positif

Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas.

Contoh: Seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat agar mendapatkan kekayaan dimasa depan.

Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.

Contoh: Indonesia yang sedang mengalami perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung oleh sumber daya yang memiliki kualitas. Kondisi ini perlu didukung dengan peningkatan dalam bidang pendidikan.

Dampak Negatif

Konflik antarkelas

Dalam masyarakat, terdapat lapisan-lapisan sosial karena ukuran-ukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan muncul konflik antarkelas.

Contoh: demonstrasi buruh yang menuntuk kenaikan upah, menggambarkan konflik antara kelas buruh dengan pengusaha.

Konflik antarkelompok sosial

Di dalam masyatakat terdapat pula kelompok sosial yang beraneka ragam. Di antaranya kelompok sosial berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku, dan ras. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan, maka timbul konflik.

Contoh: tawuran pelajar, perang antarkampung.

Konflik antargenerasi

Konflik antar generasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi mudah yang ingin mengadakan perubahan.

Contoh: Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua.

Penyesuaian kembali

Setiap konflik pada dasarnya ingin menguasai atau mengalahkan lawan. Bagi pihak-pihak yang berkonflik bila menyadari bahwa konflik itu lebih banyak merugikan kelompoknya, maka akan timbul penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa saling menghargai. Penyesuaian semacam ini disebut Akomodasi.
Di kutip dari sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_sosial

Menurut Saya,
Dengan salaing menghargai dan saling menghormati sesama maka kita dapat menghindari kecenderungan timbulnya pelapisan masyarakat.